Gurita Insentif Upah Pungut

Oleh: Jamhuri

Serampas.com, Jambi - Vonis pidana penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas IA Jambi atas Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi terkesan tidak mampu  melahirkan  efek  jera bagi oknum – oknum  pejabat  penerus  tongkat  Kekuasaan (Pejabat berikutnya) di lingkungan Sekretariat Pemerintah Daerah Kota Jambi. 

Dugaan sebagaimana diatas didasari dengan adanya Issue yang beredar yang menyebutkan bahwa Perbuatan sebagaimana yang terjadi di era Kepemimpinan oknum Kepala Badan urusan Pendapatan Asli Daerah Kota Jambi berupa pemotongan insentif.

Pemungutan pajak kembali terjadi dengan modus yang diperkirakan sama persis dan mempergunakan tangan salah satu staff yang dinilai dapat dipercaya mampu melaksanakan perintah secara Profesional  atau  setidak – tidaknya  ada pemikiran dan keyakinan jika tersentuh hukum oknum pemberi perintah bisa cuci tangan buang badan. 

Kali rekayasa untuk melakukan Pengumpulan uang dengan modus pemotongan hak penerima hak dengan dalih Untuk kepentingan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan nominal sebesar Rp. 2.500.00000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan bagi kepentingan kewajiban Ibadah Kurban sebesar Rp. 2.700.000,00  (Dua Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) dan ada setoran buat bayar sumbangan kepada pihak  khusus dan tertentu dengan nilai bervariasi sesuai dengan Pangkat, Golongan dan Jabatan sebesar Rp.5.500.000,00 (Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan sebesar Rp. 10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah) bagi yang menduduki Jabatan sebagai Kepala Bidang serta tanpa pemotongan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai Staff. 

Demi terciptanya Aparatur Penyelengara Negara (ASN) yang Bersih dan Berwibawah serta Bebas daripada  Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Clean And Good Governance), Hingga tak ada lagi Pejabat Negara yang memiliki pandangan dan/atau menganggap jabatan dan kekuasaan adalah sumber rezeki guna memperkaya diri serta jangan lagi ada upaya Pejabat mengorbankan Pejabat, sesama pejabat jangan saling peras, Hak dan Kewenangan bukanlah alat untuk menjadikan bawahan sebagai sapi Perah, Kami berharap kiranya Aparat Penegak Hukum dapat melakukan Penelusuran atas issue yang dimaksud.


Aktivis Pengamat Birokrasi Tinggal 
di Jambi

Posting Komentar untuk "Gurita Insentif Upah Pungut "