Menangkan Gugatan Secara Hukum, Havas Max: Kami Lega Sudah Mendapat Keadilan

Menangkan Gugatan Secara Hukum, Havas Max: Kami Lega Sudah Mendapat Keadilan. Doc: Serampas.com

Serampas.com, Jambi - Kemelut dalam perdata kurang lebih setahun bersengketa, Havas Max, akhirnya bisa bernafas lega. Ia sukses memenangkan gugatan dan secara hukum berhak memiliki sebuah rumah toko (Ruko), yang berlokasi di Jalan Pangeran Hidayat Rt. 03 No. 21 Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Kasus sengketa yang menimpa Havas Max itu sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Berawal ketika Hazel Max, kakak kandungnya mengajukan pinjaman ke BTN. Sebuah ruko seluas 298 M2 yang terletak di Paal Lima itu dijadikan agunan.

Usai menjalani sidang di PN Jambi, Havas Max mengucapkan rasa syukur “Alhamdulillah…Allah telah memberikan keadilan kepada saya,”ujarnya

“Dalam perjalanannya, mereka menunggak membayar angsuran,”kata Havas Max.

Sebagaimana lazimnya, Bank menyita aset agunan ketika debitur menunggak angsuran. Yang ditakutkan benar-benar terjadi.  Ruko tersebut disita BTN.

“Pihak BTN kemudian melelang aset agunan itu. Seingat saya sudah tiga kali dilelang,”kata Havas Max.

Lelang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jambi. Sebagai adik kandung, Havas Max merasa iba dengan sang kakak. Ia ingin menolong, tapi bingung bagaimana caranya. Syukurlah…Keluarga besar Siti Aisah, istri Havas Max turun tangan membantu.

Havas Max memperoleh pinjaman dan kemudian mengikuti proses lelang di KPKNL.

“Istri saya mendaftar ikut lelang dan memenangkan prosesnya. Ruko tersebut akhirnya jatuh ke tangan istri saya,”kata Havas Max.

Havas merasa lega. Persoalan keluarga bisa diselesaikannya.

“Niat saya waktu itu demi menjaga nama baik keluarga. Saya sebetulnya tidak punya uang, tapi, keluarga istri saya urunan sehingga kami bisa mengikuti proses lelang,”ujar Havas.

Tak lama berselang, sang kakak berulah. Mendadak ia melayangkan gugatan ke PN Jambi dan mengaku-ngaku masih secara sah memiliki Ruko tersebut. Bukan hanya Siti Aisah (istri Havas Max) yang digugat. Sang kakak juga menggugat BTN termasuk pula KPKNL.

Dalam gugatannya, Hazel Max menyebut kepemilikan ruko atas nama Siti Aisah melalui proses lelang tersebut cacat hukum. Havas Max tentu kaget. Ia tak menyangka sang kakak bertindak senekat itu.

“Saya seperti ditikam dari belakang,”tegas Havas Max.

Havas Max kecewa. Tapi, ia tak kuasa menentang sang kakak.

“Karena beliau ada yang nunggangi. Banyak yang bekingi,”ujar Havas.

Demi mempertahankan hak, Havas Max terpaksa membela diri. Ia dan sang istri menghadapi gugatan itu, yang berlangsung lebih setahun. Havas Max dan istri harus bolak-balik ke ruang sidang. Waktu banyak tersita. Kehidupannya ikut terganggu.

“Syukurlah..hari ini hakim telah memutuskan perkara ini. Kami lega karena sudah mendapat keadilan,”ucapnya.

Pada persidangan Kamis 22 September 2022 itu, Hakim PN Jambi yang menyidangkan kasus ini menolak secara keseluruhan gugatan yang dilayangkan Hazel Max. Dengan demikian, Ruko yang berada di Paal 5 itu secara hukum dan legal resmi menjadi milik Havas Max.



(Redaksi)

Posting Komentar untuk "Menangkan Gugatan Secara Hukum, Havas Max: Kami Lega Sudah Mendapat Keadilan"