Sidang Tipikor Pembangunan SPALD-T di Batanghari, Agus SH: Tuntutan JPU Kabur, Tidak Menghadirkan Warga Sebagai Saksi

Sidang Tipikor Pembangunan SPALD-T di Batanghari, Agus SH: Tuntutan JPU Kabur, Tidak Menghadirkan Warga Sebagai Saksi. Doc: Serampas.com

Serampas.com, Jambi - Agenda sidang  kasus perkara tindak pidana korupsi pada Pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD T) di Kelurahan Teratai, Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Jambi Tahun Anggaran 2019 kembali digelar. Kamis (15/9/2022).

Sebelumnya pada sidang sebelumnya,
Tiga orang terdakwa dalam perkara ini, yakni Iskandar Zulkarnain, Iman Purwantoro dan M Yuhendi Buyung dituntut 7 tahun 6 bulan Subsider 3 bulan kurungan.

Tidak hanya itu, ketiganya secara bersama-sama membayar uang pengganti sebesar Rp1.549.993.209,74. Sedangkan, kontrak yang dikerjakan senilai Rp1.678.468.909.74 dengan pengawasan CV Naila Engineering dan konsultan pelaksana CV Kajenbersemi.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jambi, yang diketuai Yandri Roni, SH.MH didampingi anggota. Serta turut hadir JPU Fahmi.

Agenda sidang kali ini, pembacaan pledoi oleh terdakwa qawal kronologi kegiatan hingga menjadi prahara. Isi Pledoi sebelum telah dirilis oleh media ini di link dibawah ini:

https://www.serampas.com/2022/09/pak-jaksa-agung-ri-tolong-ditindak.html?m=1

Dikarenakan isi pledoi sangat kongkrit isi penjelasannya dan memerlukan durasi agak lama, jadi Majelis Hakim yang diketuai Yandri Roni, SH.MH memutuskan untuk membacakan pledoi yang intinya saja.

Usai sidang digelar, Kuasa Hukum Terdakwa Agus efandri SH turut mewakili, Akurdianto SH, Ardi SH. Saat dikonfirmasi mengatakan Pledoi tidak dibaca semua, bilang hakim yang penting2 saja.  jadi tidak utuh. Karena jaksanya online dari sengeti.

"Jadi kita ambil intinya dalam pledoi kita, bahwa tuntutan jaksa kabur. Kita bilang kaburnya dimana, kaburnya terutama tidak ada masyarakat (warga) setempat,  ditempat lokasi yang dijadikan saksi." ucapnya

"Selain itu tuntutannya kita anggap sangat
dipaksakan oleh JPU," katanya

"Sedangkan warga tidak ada yang dihadirkan untuk dijadikan saksi, kan jelas-jelas masalah itu timbul bukan karena (SPALD T) bermasalah, melati bermasalah  karena ada sampah, ada bola yang tersangkut teoat disaluran tersebut." pungkas Agus efandri SH.

Direncanakan agenda sidang kedepan akan digelar putusan kepada 3 orang terdakwa pada 22 September 2022 mendatang.


(Redaksi)

Posting Komentar untuk "Sidang Tipikor Pembangunan SPALD-T di Batanghari, Agus SH: Tuntutan JPU Kabur, Tidak Menghadirkan Warga Sebagai Saksi"