Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar puluhan ribu benih ikan di kawasan Danau Kerinci dan aliran Sungai Batang Merao, Sabtu (7/3/2026).
Langkah restocking atau pengayaan populasi ikan ini dilakukan guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendongkrak potensi ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama Bupati Kerinci Monadi, Wali Kota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, serta jajaran pejabat dari Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah daerah setempat.
Penaburan benih pertama dilaksanakan di area Control Building Regulating Weir PLTA Merangin di aliran Batang Merao, kawasan Danau Kerinci. Aksi kemudian berlanjut ke Desa Pinggir Air untuk menebar benih di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa kondisi air Batang Merao saat ini dalam keadaan stabil dan terkendali, sehingga sangat ideal untuk pelepasan benih ikan jenis nila dan jelawat.
“Alhamdulillah, kondisi air cukup terkendali dan tidak banjir. Ini momentum yang tepat untuk melakukan restocking. Jika kondisi sungai terjaga seperti ini, potensinya sangat besar, mulai dari perikanan keramba, olahraga air seperti rafting, hingga wisata alam,” ujar Al Haris di lokasi penebaran benih.
Lebih lanjut, Al Haris menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Ia mengimbau warga untuk berhenti membuang sampah ke aliran air demi menjamin keberlangsungan hidup benih ikan yang telah ditebar.
“Sungai yang bersih bukan hanya soal ekosistem ikan, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Saya minta warga menjaga dan merawat ikan-ikan ini bersama. Jangan buang sampah ke sungai agar manfaat ekonominya bisa dirasakan ke depan,” tegasnya.
Pemilihan benih ikan nila dan jelawat diharapkan dapat berkembang biak dengan cepat sehingga nantinya dapat menjadi sumber protein dan pendapatan tambahan bagi warga sekitar. Gubernur berharap Batang Merao tidak hanya dikenal sebagai aliran sungai biasa, tetapi bertransformasi menjadi objek wisata produktif yang membanggakan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan dan melestarikan sumber daya air melalui kolaborasi lintas daerah. (adv)
Social Header
Cari Blog Ini